Artikel Detail

Ini Dia Daerah yang Berhasil Mendapatkan Penghargaan Praktik Baik dalam Kerangka NUWSP
  2023-11-08 10:19:13    Dibaca : 186

Available in English

38/A-NUWSP/November/2023

 

Kementerian dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) menyelenggarakan Lokakarya Praktik Baik untuk Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah dan BUMD Air Minum dalam kerangka National Urban Water Supply Project (NUWSP) pada tanggal 24-27 Oktober 2023 lalu. Lokakarya ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Air Minum peserta NUWSP dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada kesempatan ini, daerah yang dinilai memiliki kinerja terbaik pada penyelenggaraan program air minum perkotaan akan diberikan penghargaan. Tak hanya itu, daerah tersebut juga diberikan ruang untuk bercerita seputar penghargaan yang diraihnya. Penilaian praktik baik ini dilakukan berdasarkan 5 kategori berbeda. Apa saja kategorinya dan daerah manakah yang mendapatkan penghargaan tersebut? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Kategori Pertama: Pemenuhan Capaian Akses Sambungan Air Minum di Daerah

Pada kategori pertama, penghargaan diberikan berdasarkan pemenuhan capaian akses sambungan air minum di daerah. Akses sambungan air minum merupakan salah satu pelayanan dasar untuk masyarakat. Dalam penyelenggaraan pelayanan dasar ini, terdapat standar pelayanan minimal (SPM) yang harus dipenuhi. Program NUWSP memberi dukungan terhadap pemenuhan SPM demi terwujudnya target RPJMN berupa 100% akses air minum layak dan 30% akses air minum perpipaan pada tahun 2024. Kategori pertama pada penghargaan ini menjadi sarana untuk mengevaluasi tentang sejauh mana daerah berhasil memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terkait dengan akses air minum. Daerah yang memperoleh nominasi pada kategori pertama di antaranya: Kabupaten Gowa, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, Kota Palembang, dan Kota Semarang. Berdasarkan penilaian, Kabupaten Lamongan terpilih menjadi pemerintah daerah terbaik pada kategori ini. Ketika menerima penghargaan, Moh. Nalikan selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan menyampaikan bahwa untuk memenuhi capaian akses sambungan air minum, Pemda Kabupaten Lamongan mengajak Bank Daerah Lamongan dalam penyertaan modal. Karenanya, masyarakat hanya perlu mengeluarkan biaya yang sedikit untuk memasang sambungan air minum.

 ​​​​​​​

Gambar 1. (a) nomine dan (b) pemenang penghargaan pada kategori pertama

Kategori Kedua: Dukungan Program dan Anggaran dalam Memprioritaskan Urusan Air Minum di Daerah

Pada kategori kedua, penghargaan dianugrahkan kepada daerah yang memberikan dukungan melalui program dan anggaran daerah dalam memprioritaskan urusan air minum di daerah. Tercapainya target akses air minum tidak terlepas dari faktor perencanaan program dan penganggaran. Melalui NUWSP, pemerintah daerah didorong untuk meningkatkan dukungannya terhadap perencanaan dan penganggaran program air minum. Kategori kedua pada penghargaan ini berfungsi untuk mengukur komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan sumber daya finansial dan program-program yang mendukung penyediaan air minum berkualitas. Daerah yang memperoleh nominasi pada kategori kedua di antaranya: Kabupaten Gresik, Kabupaten Sikka, Kabupaten Tanah Laut, Kota Bitung, dan Kota Sawahlunto. Berdasarkan penilaian, Kabupaten Sikka terpilih menjadi pemerintah daerah terbaik pada kategori ini. “Kami orang NTT punya slogan, air sudah dekat. Hari ini, terima kasih. Penghargaan ini sebenarnya pemicu untuk kami lebih baik. Dari daerah dengan sumber keuangan terbatas, sumber daya air terbatas, kami siap untuk PATAS, cepat dalam kondisi yang terbatas”, ungkap Fransiskus Laka, Direktur Perumda Wair Puan Kabupaten Sikka di sela-sela menerima penghargaan.

 ​​​​​​​

Gambar 2. (a) nomine dan (b) pemenang penghargaan pada kategori kedua

Kategori Ketiga: Dukungan Dana Daerah Melalui APBD/RKAP dalam Mendukung Program Air Minum

Penghargaan kategori ketiga berkaitan dengan dukungan Dana Daerah Urusan Bersama (DDUB). DDUB merupakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penyediaan DDUB dan/atau dana pendamping lainnya seperti Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) BUMD Air Minum adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengakselerasi upaya pemenuhan akses air minum. Kategori ketiga pada penghargaan ini berfungsi untuk memotret konsistensi dan pelaksanaan dukungan keuangan dalam kerangka NUWSP. Daerah yang memperoleh nominasi pada kategori ketiga di antaranya: Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, Kota Dumai, Kota Sawahlunto, dan Kota Semarang. Berdasarkan penilaian, Kabupaten Sragen terpilih menjadi pemerintah daerah terbaik pada kategori ini. Kabupaten Sragen memberikan dukungan dana sebesar Rp 4,4 miliar, jauh lebih tinggi dari yang direncanakan dalam NK yaitu sebesar Rp 1,1 miliar.

 ​​​​​​​

Gambar 3. (a) nomine dan (b) pemenang penghargaan pada kategori ketiga

Kategori Keempat: Pemenuhan Tarif Full Cost Recovery (FCR)

Penghargaan kategori keempat diberikan kepada daerah yang berhasil mendukung pemenuhan tarif Full Cost Recovery (FCR). Terpenuhinya tarif FCR menunjukkan kemampuan daerah untuk memastikan bahwa tarif air minum mencukupi untuk membiayai operasional dan pemeliharaan jaringan air minum. Program NUWSP diharapkan dapat mendukung pemenuhan tarif air minum serta mendukung tercapainya/meningkatnya status FCR bagi BUMD Air Minum. Kategori keempat pada penghargaan ini berfungsi untuk mengevaluasi kondisi capaian FCR dan dukungan kebijakan terhadap tarif air minum. Daerah yang memperoleh nominasi pada kategori keempat di antaranya: Kabupaten Bogor, Kabupaten Sampang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Palembang. Berdasarkan penilaian, Kota Palembang terpilih menjadi pemerintah daerah terbaik pada kategori ini. Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Musi, Andi Wijaya Madani membagikan kiatnya ketika menerima penghargaan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya melakukan kenaikan tarif berjenjang yang memanfaatkan subsidi silang. Andi menambahkan bahwa pihaknya juga turut melibatkan LSM, BPKP, dan DPRD dalam proses kajian maupun penetapan kenaikan tarif.

 ​​​​​​​

Gambar 4. (a) nomine dan (b) pemenang penghargaan pada kategori keempat

Kategori Kelima: Pemenuhan Capaian Sambungan Rumah (SR) Terhadap Nota Kesepakatan Program NUWSP

Penghargaan kelima diukur berdasarkan pemenuhan capaian sambungan rumah (SR) terhadap Nota Kesepakatan (NK) program NUWSP. Hal ini mencerminkan sejauh mana daerah dapat mengoordinasikan upaya untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan akses air minum yang memadai sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan dalam NK. Daerah yang memperoleh nominasi pada kategori kelima di antaranya: Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sukoharjo, Kota Dumai, dan Kota Sawahlunto. Berdasarkan penilaian, Kota Dumai terpilih menjadi pemerintah daerah terbaik pada kategori ini. Direktur PDAM Tirta Dumai Bersemai, Agus Adnan menyampaikan bahwa terpenuhinya capaian SR di Kota Dumai terjadi karena masyarakat mulai meyakini bahwa air gambut dapat dikelola dengan baik dan layak untuk digunakan. Akibatnya, cakupan pelayanan air minum yang semula kurang dari 1% (2018) kini meningkat pesat melebihi 12% (2023) setelah NUWSP rampung.

 ​​​​​​​

Gambar 5. (a) nomine dan (b) pemenang penghargaan pada kategori kelima

Itulah 5 daerah yang berhasil meraih penghargaan praktik baik dalam kerangka NUWSP. Semoga pemberian apresiasi ini mendorong daerah untuk senantiasa memprioritaskan program air minum di daerahnya sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

 

Sumber:

1. Dokumentasi NUWSP.

2. Ditjen Bina Pembangunan Daerah (2023): Kemendagri Beri Penghargaan Bagi Daerah Pemenang Nominasi dalam Kerangka NUWSP, diperoleh melalui situs internet: https://bangda.kemendagri.go.id/berita/baca_kontent/1307/kemendagri_beri_penghargaan_bagi_daerah_pemenang_nominasi_dalam_kerangka_nuwsp_.

3. Ditjen Bina Pembangunan Daerah (2023): Lokakarya Praktik Baik Peningkatan Kapasitas Pemda dan BUMD Air Minum dalam Kerangka NUWSP, diperoleh melalui situs internet: https://www.youtube.com/watch?v=zC6abQFwBCs.

Kredit Foto:

Dokumentasi Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri.

 

Ditulis oleh:

Deviana Matudilifa Yusuf

 


 

Winners of the NUWSP Capacity Building Best Practices Awards

On October 24-27, 2023, the Ministry of Home Affairs through the Directorate General of Regional Development held “Best Practices Workshop for Local Government and Drinking Water BUMD Capacity Building” within the National Urban Water Supply Project (NUWSP) framework. NUWSP participants, both representatives of the Local Government and Drinking Water BUMD attended this event.

The awards are presented to regions that have demonstrated exceptional performance in implementing urban drinking water initiatives. In addition, the local governments were given the opportunity to share their stories regarding the award they had received. Assessment of this best practice award is conducted under 5 distinct categories. What are the categories and who were the winners of the award? Please review the following explanation.

First Category: Fulfillment of Drinking Water Access in the Region

The first category is awarded based on accomplishments in attaining drinking water access within the region. Access to drinking water is a basic service. When delivering these basic services, there are specific SPM/MSS (Minimum Service Standards) that must be fulfilled. The NUWSP program offers support in achieving the SPM to pursue the National Medium Term Development Plan target of 100% access to adequate drinking water and 30% access to piped drinking water by 2024. This category assesses the degree to which regions have effectively fulfilled basic needs in terms of drinking water access. Nominees for the first category are Gowa Regency, Gresik Regency, Lamongan Regency, Palembang City, and Semarang City. Lamongan Regency has been chosen as the top local government in this category, according to the assessment. Upon accepting the award, Moh. Nalikan, serving as the Regional Secretary of Lamongan Regency, expressed that to fulfill the goal of providing drinking water access, Lamongan Government has extended an invitation to the Lamongan Local Bank to contribute capital. Consequently, the residents only need to make a modest payment for the installation of drinking water connections.

 ​​​​​​​

Figure 1. (a) nominees and (b) winner of the first category

Second Category: Program and Budget Support in Prioritizing Drinking Water Initiatives in the Region

The second category is awarded to regions that provide support through their local programs and budgets toward prioritizing drinking water initiatives. Attaining the goal of drinking water access is closely intertwined with the variables of program planning and budgeting. NUWSP promotes the enhancement of local government assistance in program planning and budgeting for drinking water initiatives. This category evaluates the commitment of local governments in allocating financial resources and implementing programs that facilitate the provision of high-quality drinking water. Nominees for the second category are Gresik Regency, Sikka Regency, Tanah Laut Regency, Bitung City, and Sawahlunto City. Sikka Regency has been chosen as the top local government in this category, based on the assessment. "As NTT (East Nusa Tenggara) people, we have a motto: water is closer. Today, I express my gratitude. This honor catalyzes our improvement. Despite our region's constraints in terms of financial resources and water resources, we are prepared to implement PATAS, move fast under limited conditions (cePAT dalam kondisi terbaTAS)," stated Fransiskus Laka, the Director of Perumda Wair Puan Sikka Regency, when receiving the award.

 ​​​​​​​

Figure 2. (a) nominees and (b) winner of the second category

Third Category: Regional Funding Support for Drinking Water Programs via APBD/RKAP

The third category is related to the Local Government Funds for Joint Projects (DDUB). DDUB comes from the Local Government Budget (APBD). The contribution of DDUB and/or other supplementary funds, such as the Drinking Water BUMD RKAP (Company Work Plan and Budget), represents a local government commitment to accelerate efforts in achieving drinking water availability. This category demonstrates the consistency and application of financial support within the NUWSP framework. Sragen Regency, Sukoharjo Regency, Dumai City, Sawahlunto City, and Semarang City are all nominated in the third category. Sragen Regency has been chosen as the top local government in this category, based on the evaluation. Sragen Regency contributed IDR 4.4 billion in financial support, far more than the NK's anticipated IDR 1.1 billion.

 ​​​​​​​

Figure 3. (a) nominees and (b) winner of the third category

Fourth Category: Fulfillment of Full Cost Recovery (FCR) Tariffs

The fourth category is awarded to regions that successfully support the fulfillment of FCR tariffs. FCR fulfillment depicts the local government’s ability to ensure that the drinking water tariff is sufficient to pay for the drinking water operation and network maintenance. The NUWSP program is expected to help Drinking Water BUMDs attain or improve their FCR status. This category assesses the state of FCR achievements and policy support for drinking water tariffs. Bogor Regency, Sampang Regency, Sukabumi Regency, Sukoharjo Regency, and Palembang City are all nominated in the fourth category. Palembang City has been chosen as the top local government in this category, based on the evaluation. Andi Wijaya Madani, the Main Director of Drinking Water Perumda Tirta Musi, provided his advice on earning an award. He said that Palembang implemented gradual tariff rises that benefited from cross-subsidies. Andi also stated that his party included NGOs, BPKP (Finance and Development Supervisory Agency), and DPRD (Regional Legislative Council) in the study and determination of tariff rises.

 ​​​​​​​

Figure 4. (a) nominees and (b) winner of the fourth category

Fifth Category: Fulfillment of Household Connection (SR) Achievements towards the NUWSP Memorandum of Agreement

The fifth category is based on the attainment of household connection (SR) goals against the NUWSP Memorandum of Agreement (NK). This measures the extent to which areas can coordinate efforts to ensure that communities have adequate drinking water by the NK's deadlines. Central Bengkulu Regency, Sukabumi Regency, Sukoharjo Regency, Dumai City, and Sawahlunto City are among the regions that have earned nominations in the fifth category. Dumai City has been chosen as the top local government in this category, based on the assessment. According to Agus Adnan, Director of PDAM Tirta Dumai Bersemai, the completion of SR achievements in Dumai City occurred because the community grew to think that peat water could be managed efficiently and was adequate for usage. As a result, after the NUWSP was completed, the coverage of drinking water service expanded fast from less than 1% (2018) to more than 12% (2023).

 ​​​​​​​

Figure 5. (a) nominees and (b) winner of the fifth category

These are the five regions that were successful in receiving best practice awards within the NUWSP framework. This recognition, hopefully, will motivate regions to always emphasize drinking water initiatives in their territories in order to deliver the finest service to the population.

 

Sources:

1. Directorate General of Regional Development (2023): Kemendagri Beri Penghargaan Bagi Daerah Pemenang Nominasi dalam Kerangka NUWSP, obtained through the internet site: https://bangda.kemendagri.go.id/berita/baca_kontent/1307/kemendagri_beri_penghargaan_bagi_daerah_pemenang_nominasi_dalam_kerangka_nuwsp_.

2. Directorate General of Regional Development (2023): Lokakarya Praktik Baik Peningkatan Kapasitas Pemda dan BUMD Air Minum dalam Kerangka NUWSP, obtained through the internet site: https://www.youtube.com/watch?v=zC6abQFwBCs.

3. NUWSP Documentation.

Photo Credit:

Documentation of Directorate General of Regional Development, Ministry of Home Affairs.

 

Written by:

Deviana Matudilifa Yusuf

Translated by:

Lely Lydia Rahmawati

 

#nuwsp #ditairminun #ciptakarya #watersupply

#praktikbaik #bestpractices #aksesair #wateraccess #dukungandaerah #localsupport #perencanaanprogram #programplanning #penganggaran #budgeting #DDUB #APBD #RKAP #fullcostrecovery #FCR #sambunganrumah #SR #householdconnection

Share On :

  • Direktorat Air Minum,
    Ditjen Cipta Karya,
    Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,
    Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru,
    Jakarta 12110.


  • 021-72796907

  • [email protected]
    Visitor
  • Total:417,583
  • Bulan Ini :1,000
  • Seminggu Terakhir :2,050
  • Hari ini :20